Walah, kok kondisiku ngedrop, ya...???

Gara-gara terlalu "ngoyo" beraktifitas akhir-akhir ini, fe jadi sakit demam...
Kemarin pengennya cuma pengen tidur siang biar bisa kembali fresh lagi, eh.. bangun-bangun kok pusing banget, badanku panas lagi...

Mana, fe dirumah tinggal sendirian lagi yang awalnya tinggal berdua ma kakakku, tapi kakakku 2 minggu yang lalu dah balik ke Jayapura karena ada panggilan kerja...
Lengkaplah sudah penderitaanku ini, udah sakit sendirian lagi... hiks.. hiks..


Tapi, Allah tidak akan ninggalin aku, Dia selalu menemani aku. Bahkan untuk menghiburku Dia mengirimkan hamba-Nya yang baik untuk datang menjengukku yaitu Akh Agus Cuprit. WEEIIITTSSS... Jangan Su'udzon dulu, akh agus datang menjengukku hanya lewat YM kok, sambil nasehatin fe harus begini dan begitu... Makasih ya akh, salam buat mbak dokternya...

Selain itu, fe juga ditemani ma "sahabatku". Walau cuma lewat YM, fe jadi tau kl kamu ternyata perhatian banget ma fe, makasih ya...

Alhamdulillah, Allah menegurku dengan cara seperti ini sehingga fe nyadar kalo kesehatan itu mahal harganya dan menjadi lebih bersyukur lagi...

Selengkapnya.....

Standard sebagai SOA

Hampir tiap perusahaan (vendor) sekarang gembar gembor tentang SOA (Service Oriented Architecture). Dalam bahasa Indonesianya arsitektur (IT) yang berbasis layanan. Memang jadi agak wagu kalo diartiin ke bahasa Indonesia.
Arsitektur yang dimaksud adalah arsitektur IT. Bukan arsitektur gedung :)
Layanan yang dimaksud adalah standard yang sekarang sedang naik daun, yaitu webservices. Jadi memang aneh kalau "services" ini diartikan layanan, karena maksudnya memang sesuatu yang berhubungan dengan webservices.
Trus SOA itu apaan? Dengan adanya SOA, sistem2 yang ada di perusahaan bisa berkomunikasi dengan dunia luar dengan mudah. Standard adalah salah satu kunci dalam penerapan SOA.

Bayangkan apabila ada orang londo yang cuma bisa bahasa Belanda datang ke Jogja. Ketemu penjual souvenir di Malioboro. Gimana caranya dia ngomong ke si tukang becak yg cuma ngerti bahasa jawa? Umumnya memang pakai "bahasa tarzan". Beruntung bila bahasa tarzannya nyambung. Kalau nggak, malah akan jadi masalah. Misalnya, Si penjual minta 5000 dengan cara menunjukkan kelima jarinya, si bule cuma ngasih uang 500Rp. Si penjual jadi marah2, bulenya bingung......
Begitu juga sistem di IT. Sistem2 yang banyak itu dibangun dengan bahasa berbeda2, ada C, Delphi, PHP, Java, Basic dan lain-lain. Ini menjadi masalah tersendiri pada saat sistem2 tersebut ingin digabungkan. Di zaman dahulu kala, pengintegrasian ini dilakukan dengan cara, import/export file menggunakan file sharing ataupun ftp. Hal ini bisa difahami apabila kebutuhan pelanggan kita bisa menunggu beberapa jam atau hari sampai data ter-update.
Masalahnya sekarang lain. Pelanggan ingin mendapatkan layanan terbaik dan tercepat. Bila Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, mereka akan pindah ke kompetitor Anda. Sehingga Anda tidak bisa lagi mengandalkan sistem dan cara kerja yang lama.
Muncul lagi pertanyaan baru. "Terus kalau tidak memakai file transfer bagaimana sistem2 itu bisa bekerja sama? Sistem saya yang satu menggunakan bahasa basic di Windows, yang lain pakai PHP di linux. Saya juga pakai SAP untuk beberapa kebutuhan." Makanya muncul yang namanya "standard". Standard ini seperti layaknya Bahasa Inggris, bila kita balik ke cerita penjual souvenir dan bule di atas. Kalau bule itu ngomong Inggris dan si Tukang Becak juga faham bahasa inggris, komunikasi akan menjadi sangat lancar dan "nyambung".
Standard dibuat untuk menyamakan "bahasa" antar beberapa sistem dan aplikasi, sehingga sistem2 tesebut bisa berkomunikasi secara lancar. Beberapa standard yang ada di antaranya HTTP. Protokol ini bisa dibilang sudah sangat akrab dengan keseharian kita. Kadang2 kita juga lupa, HTTP itu apaan, ya?
Selain HTTP, ada standard berupa WebServices, XML, dan lain-lain. Walaupun sudah dibilang standard, vendor2 tetap saja ngeyel dengan cara menambahkan beberapa fitur tambahan di atas standard tersebut, sehingga kadang2 interopability antar aplikasi yang sudah "standard" tetap harus dites ulang, untuk memastikan bahwa aplikasi2 tersebut benar2 standard.

Selengkapnya.....

SOA, apaan tuh...???

Kalau sudah ngerti webservices, nyeritain SOA jadi agak mudah.
Paradigma berpikir SOA akan berbeda dengan yang kita fahami sekarang.
Sekarang ini, sebagian besar dari kita berpikir secara terkotak2, baik dalam kotak "aplikasi" maupun "organisasi". Kita mengenal satu aplikasi, misalnya CRM (Customer Relationship Management). Di dalamnya terdapat banyak data dan informasi, seperti info pelanggan, laporan masalah, dan lain-lain. Lalu ada aplikasi lain lagi, misalnya Core Retail Banking, yang di dalamnya juga terdapat info pelanggan, data tabungan pelanggan, dan lain-lain. Bayangkan apabila organisasi kita mempunyai sepuluh aplikasi, maka akan ada sepuluh info pelanggan. Untuk membuat info pelanggan itu konsisten, bukanlah pekerjaan yang mudah. Bayangkan apabila Anda mempunyai satu "service" yg kita sebut info pelanggan, dan semua sistem mengacu ke service tersebut, lebih simple, kan? Ini baru satu service, bila kita mempunyai banyak service akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap efisiensi kerja perusahaan.


Begitu pula dari sisi perusahaan. Biasanya kita hanya berpikir dalam kerangka perusahaan kita saja, misalnya A. Padahal kita juga mempunyai banyak supplier yang tiap hari mengirimkan invoice, delivery dan lain2 ke perusahaan kita. Umumnya pengiriman dokumen2 tersebut dilakukan dengan memakai fax. Yang "agak canggih" adalah dengan mengirimkan file text. Siapa yg bisa menjamin tidak ada perubahan di file tersebut? Bagaimana kalau kita punya 100 suplier, mumet nggak tuh? Bayangkan kalau kita punya "service" bernama invoice yang langsung terhubung ke sistem produksi kita. Semua supplier terhubung ke internet dan men-submitnya lewat layanan ini. Hidup akan lebih mudah, karena pekerjaan manual akan berkurang. Bayangkan juga apabila di kita bisa membeli "service" (contohnya service pencarian seperti google) tanpa harus memasang dan merawat system tersebut di perusahaan kita. Efisien, kan?
SOA adalah cara kita untuk membuat sistem yang ada sekarang tidak terkotak2 lagi, melainkan terintegrasi menjadi suatu jalinan proses bisnis baik dari dalam perusahaan maupun luar perusahaan.

Selengkapnya.....

Cerita tentang SOA

Awalnya dari membaca majalah ORACLE punya mas sigit. Didalamnya ada pembahasan tentang SOA, jujur konsep ini adalah hal asing buat fe krn di kampus tidak pernah disinggung masalah ini... Karena tingkat penasaranku yang udah gak terkontrol akhirnya fe tanya ma mbah google. Dan terjawab sudah...
fe menemukan artikel ini secara tidak sengaja melalui salah satu alamat blog dan beberapa buku referensi, setelah dipikir-pikir lebih baik tulisan ini saya posting juga di blog ini supaya bisa dibaca oleh siapa saja,kapan saja dan dimana saja

Service Oriented Architecture
Service Oriented Architecture (SOA) adalah sebuah permodelan perangkat lunak yang dibangun dengan pendekatan service oriented. Service oriented sendiri merupakan sebuah pendekatan yang memiliki visi ideal di mana setiap resource dari perangkat lunak terpartisi secara bersih satu sama lain [1]. Setiap resource ini disebut dengan service. Service Oriented Architecture ini merepresentasikan sebuah business logic atau automation logic dalam sebuah sistem besar. Setiap service memiliki otonomi sendiri yang membuatnya tidak tergantung satu sama lain. Setiap service dapat berkomunikasi satu sama lain melalui sebuah protokol yang sudah terstandardisasi sehingga memudahkan untuk melakukan integrasi service baru dan penyusunan ulang kumpulan service disebabkan proses bisnis yang berubah.



Gambar 1. Bagaimana Service Oriented Architecture (SOA) mengenkapsulasi logic

Saat ini, Service Oriented Architecture (SOA) merupakan sebuah solusi yang baik untuk permodelan sistem di perusahaan atau organisasi besar. Sebab, permodelan ini memiliki banyak kelebihan, diantaranya:

  • Dapat menyatukan berbagai sistem yang memiliki platform berbeda, seperti J2EE dan .NET. sebab dengan pendekatan ini, yang pengembang akan memilih untuk membangun sebuah layer di atas sistem รข€“ sistem tersebut yang dapat saling berkomunikasi dengan pesan yang sudah distandardisasi, misalnya menggunakan teknologi XML. Dalam sudut pandang Service Oriented Architecture (SOA), kedua sistem itu masing-masingnya akan dianggap sebagai service.
  • Tahan terhadap perubahan. Perusahaan atau organisasi besar seringkali berubah struktur untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja. Akibatnya, perangkat lunak juga terkena imbas untuk menyesuaikan diri terhadap proses bisnis yang baru. Permodelan perangkat lunak dengan Service Oriented Architecture (SOA) akan mengurangi effort untuk modifikasi perangkat lunak tersebut. Sebab, karena seluruh logic dari sistem sudah terpartisi secara bersih menjadi sekumpulan services, kita hanya perlu menyusun ulang seluruh service tersebut dan jika perlu menambahkan yang baru. Hal ini jelas mengurangi biaya.

Web Services seringkali dikaitkan atau bahkan disamakan dengan Service Oriented Architecture (SOA). Namun sebenarnya keduanya adalah hal yang sangat berbeda. Service Oriented Architecture adalah sebuah konsep untuk pengembangan perangkat lunak, sementara Web Services adalah sebuah aplikasi web yang berinteraksi dengan aplikasi web lainnya untuk pertukaran data[2]. Pembangunan Service Oriented Architecture (SOA) tidak harus menggunakan Web Services, sebab ada bermacam-macam teknologi lain yang memungkinkan, tapi menggunakan Web Services untuk membangun sebuah sistem Service Oriented Architecture (SOA) adalah langkah yang baik [1].

Mengapa Web Services merupakan teknologi yang tepat untuk Service Oriented Architecture (SOA) ? Untuk menjawabnya mari kita lihat beberapa design issue yang muncul dari pembuatan sebuah sistem Service Oriented Architecture (SOA).

Menurut Thomas Erl [1], dalam sebuah perancangan sistem Service Oriented Architecture (SOA), design issue yang harus diperhatikan adalah:
1. Bagaimana sebuah service mengenkapsulasi logic.
2. Bagaimana service berhubungan satu sama lain
3. Bagaimana service berkomunikasi satu sama lain.

Web Services sebagai sebuah teknologi dapat memfasilitasi design issue ini, yaitu:

  • Sebuah service dalam Service Oriented Architecture (SOA) dapat berupa sebuah aplikasi web services. Pada dasarnya sebuah service di dalam Service Oriented Architecture (SOA) adalah sebuah aplikasi. Aplikasi ini merepresentasikan sebuah business logic atau automation logic dari sebuah proses sistem besar yang mencakupinya. Tuntutan dari sistem ini adalah dia harus bisa berdiri sendiri dan bisa berkomunikasi satu sama lain. Hal itu sudah dimiliki oleh sebuah aplikasi web services. Maka dari itu, implementasi service dalam Service Oriented Architecture (SOA) merupakan aplikasi web services.
  • Hubungan satu service dengan yang lainnya didefinisikan dengan WSDL.WSDL mendeskripsikan bagaimana format sebuah pesan yang akan dikirim oleh sebuah aplikasi web service harus ditulis, agar dapat dimengerti oleh aplikasi web services lainnya yang menerima. Dalam sudut pandang Service Oriented Architecture, yang menggunakan web services sebagai service, teknologi WSDL ini menjadi jembatan untuk menghubungkan sebuah service ke service lainnya.
  • Service berkomunikasi satu sama lain menggunakan SOAP messaging.Kebutuhan untuk saling berkirim pesan dalam Service Oriented Architecture (SOA) merupakan hal yang paling penting. Untuk teknologi perngiriman pesan, kita dapat menggunakan SOAP. Hal ini dikarenakan SOAP fleksibel dan dapat diperluas.


Kesimpulan
SOA seringkali disamakan dengan Web Services, padahal keduanya adalah hal yang sangat berbeda. Service Oriented Architecture (SOA) merupakan konsep pengembangan perangkat lunak yang melakukan partisi sistemnya menjadi beberapa servis yang dapat berdiri secara independen, sementara Web Services merupakan aplikasi web yang berkomunikasi dengan aplikasi web services lainnya untuk tujuan pertukaran data. Service Oriented Architecture (SOA) tidak harus menggunakan Web Services untuk implementasinya, namun menggunakan Web Services untuk implementasi Service Oriented Architecture (SOA) merupakan langkah yang baik, sebab, teknologi Web Services sangat cocok untuk Service Oriented Architecture (SOA). Sebuah aplikasi Web Services dapat mewakili sebuah service dalam Service Oriented Architecture (SOA). WSDL dapat digunakan agar sebuah service dapat berhubungan satu sama lain, dan SOAP dapat digunakan untuk teknologi pengiriman pesan antar services.
Referensi

[1] Erl, Thomas. Service-Oriented Architecture: Concepts, Technology, and Design. Prentice Hall PTR, 2005.

Selengkapnya.....

Fe kembali...

SObat, dah lama fe gak meng-update blog ini...
maaf...
padahal banyak kejadian yg fe alami selama ini...

Dari awal, fe lebih banyak cerita tentang hal-hal yang menyinggung travelling...
mungkin utk postingan selanjutnya fe lebih fokus ke pengalaman2 di dunia IT...
dan kisah sehari2 yg fe alami nantinya...

terima kasih buat sobat-sobat yang masih mengunjungi blok fe ini dan terima kasih atas dukungannya...

Selengkapnya.....